Peristiwa Memilukan

Peristiwa Memilukan Pengendara Meninggal di Mobil Saat Macet

Peristiwa Memilukan Terjadi Di Tengah Kemacetan Akibat Banjir Di Kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat Pada Kamis (22/1/2026) Siang. Seorang pengemudi mobil berinisial AR (51) ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya, yang terhenti di tengah arus lalu lintas yang padat menjelang siang. Informasi tentang Peristiwa Memilukan ini awalnya menyebar cepat melalui unggahan di media sosial (medsos), yang kemudian menjadi perbincangan hangat netizen.

Peristiwa Memilukan ini bermula sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat. Ketika mobil yang di kendarai korban tiba-tiba berhenti di tengah kepadatan kendaraan. Kondisi lalu lintas saat itu tersendat akibat genangan air dan banjir di beberapa ruas jalan utama DKI Jakarta, termasuk di daerah tersebut.

Video singkat dan sejumlah unggahan yang tersebar di platform seperti Instagram menjadi awal informasi bagi banyak orang bahwa ada pengemudi yang di duga meninggal saat macet. Dalam video itu, terlihat suasana evakuasi kendaraan dan kerumunan orang di lokas. Di sertai narasi bahwa korban tewas karena terjebak kemacetan yang parah akibat banjir. Unggahan tersebut di bagikan oleh beberapa akun berita lokal dan komunitas daring. Sehingga langsung menarik perhatian publik netizen Jakarta dan sekitarnya.

Keluarga Korban Bahkan Mengetahui Peristiwa Memilukan Ini Lebih Dahulu Melalui Media Sosial

Keluarga Korban Bahkan Mengetahui Kabar Duka Ini Lebih Dahulu Melalui Media Sosial, sebelum ada kontak resmi dari pihak kepolisian. Reaksi mereka di penuhi kombinasi antara duka, keterkejutan, dan pertanyaan tentang kronologi sebenarnya yang terjadi di lokasi. Warga sekitar juga merekam sebagian momen di sekitar kejadian. Yang kemudian ikut memperkuat penyebaran informasi secara cepat di ruang daring.

Menanggapi kabar yang viral itu, pihak Polsek Grogol Petamburan memberikan penjelasan resmi. Kepala Unit Reserse Kriminal, AKP Alexander Tengbunan, menjelaskan bahwa meskipun insiden terjadi di tengah kemacetan, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban secara langsung berkaitan dengan kemacetan atau banjir. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui kemungkinan faktor lain seperti kondisi kesehatan korban.

“Kejadian di jalan, kalau sebab ninggalnya karena macet, mungkin ga bisa kita pastikan. karena harus jelas dia kenapa meninggalnya,” kata Alexander kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kemungkinan besar korban mengalami gangguan kesehatan saat berkendara, bukan semata akibat kemacetan itu sendiri.

Pihak Kepolisian Juga Menyatakan Tidak Di Temukan Tanda-Tanda Kekerasan Fisik

Saat petugas datang ke lokasi, mobil korban pertama kali di ketahui oleh saksi pemilik bengkel di sekitar Jalan Latumenten. Saksi melihat mobil itu terhenti dan awalnya di duga mogok. Anggota Satlantas yang tiba kemudian mencoba membuka pintu dan mengetuk kaca mobil, namun tidak mendapat respons dari pengemudi. Saat pintu akhirnya di buka, petugas mendapati korban dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Pihak Kepolisian Juga Menyatakan Tidak Di Temukan Tanda-Tanda Kekerasan Fisik pada tubuh korban saat pertama kali di periksa di tempat kejadian. Selain itu, petugas menemukan sejumlah obat-obatan pribadi seperti inhaler asma, minyak angin. Dan obat tetes mata di dalam tas korban, yang kini ikut di sita untuk mendukung penyelidikan.

Penanganan Lebih Lanjut

Setelah di temukan, jenazah AR di bawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk menentukan penyebab pasti kematian melalui pemeriksaan medis. Pihak kepolisian telah menghubungi keluarga untuk penanganan administrasi dan proses serah terima jenazah.

Sementara itu, pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat juga di koordinasikan guna antisipasi potensi kemacetan dan dampak banjir di Jakarta Barat, terutama di titik-titik yang rentan terendam air. Peningkatan patroli dan pengaturan arus lalu lintas di lakukan guna meringankan beban kendaraan di beberapa ruas jalan utama kota.