UMKM

UMKM Tengah Naik Daun Berkat Inovasi Donat Kentang Kekinian

UMKM Di Indonesia Kini Tengah Naik Daun Dengan Hadirnya Donat Kentang Telah Menjadi Sumber Inspirasi Baru Bagi Pembisnis Yuk Kita Bahas. Teksturnya yang lembut, kreativitas dalam topping, dan strategi pemasaran yang cerdas menjadikan usaha ini salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Salah satu contoh sukses datang dari Puji Wuryandari, pemilik PW Homemade di Ciledug, Tangerang. Dengan inovasi donat kentang yang lebih gurih dan higienis, ia mampu memproduksi hingga 300 lusin per bulan dan meraih omzet sekitar Rp 8 juta setiap bulannya. Selain itu, tren kemitraan donat kentang juga berkembang pesat. Misalnya, Rudiyan dari Jakarta Utara membuka usaha donat kentang Homemade sejak 2015 dan menawarkan paket kemitraan tanpa sistem royalty.

Mitra yang ikut paket ini (mulai dari Rp 15 juta–Rp 100 juta) bisa menjual hingga ratusan donat per hari, sehingga berpotensi meraup omzet antara Rp 45 juta–Rp 85 juta per bulan dan balik modal sekitar setahun UMKM. Tekstur unik donat kentang yang lebih lembut di banding donat biasa, menjadi daya tarik utama konsumen. Strategi pemasaran digital, memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan konsumen. Pelatihan dan pendampingan lokal, seperti pelatihan usaha donat kentang di Desa Balong Wonorejo oleh mahasiswa UNISRI. Turut mendorong munculnya UMKM baru dengan modal keterampilan kreatif dan pengemasan menarik.

Di versifikasi produk dan efisiensi produksi, seperti modifikasi proses dan penambahan peralatan otomatis, terbukti meningkatkan produktivitas dan pendapatan mitra donat kentang hingga 10 %. Analisis SWOT terhadap usaha donat kentang juga menunjukkan peluang luas, antara lain kerja sama dengan kedai kopi, varian sehat seperti bebas gluten, hingga ekspansi melalui festival makanan dan platform online UMKM.

Salah Satu Keistimewaan Utama Dari Donat Kentang Terletak Pada Teksturnya

Donat kentang kekinian bukan hanya sekadar makanan ringan biasa, tetapi telah menjelma menjadi primadona di dunia kuliner modern. Cita rasanya yang lembut dan manis berpadu sempurna dengan tampilan yang menggugah selera, menjadikannya camilan yang sulit di tolak oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Salah Satu Keistimewaan Utama Dari Donat Kentang Terletak Pada Teksturnya. Di bandingkan dengan donat berbahan dasar tepung terigu biasa, donat kentang memiliki hasil akhir yang jauh lebih empuk, ringan, dan moist. Ini terjadi karena kandungan pati pada kentang menciptakan adonan yang lebih lembut dan tidak mudah kering. Saat di gigit, teksturnya seolah meleleh di mulut, meninggalkan sensasi nyaman dan memuaskan.

Aromanya pun khas, dengan perpaduan wangi kentang yang ringan dan aroma mentega serta susu yang menggoda. Tak hanya nikmat saat masih hangat, donat kentang juga tetap lezat walau di simpan dalam suhu ruang selama beberapa jam, menjadikannya pilihan ideal untuk di bawa sebagai oleh-oleh atau camilan saat santai.

Daya tarik lain dari donat kentang kekinian adalah variasi topping dan isian yang sangat kreatif. Mulai dari rasa klasik seperti gula halus dan cokelat meleleh, hingga topping kekinian seperti matcha, Lotus Biscoff, red velvet, Nutella, hingga salted caramel. Bahkan, banyak pelaku UMKM yang menyajikan varian bomboloni, yaitu donat kentang isi selai atau krim di bagian tengahnya. Tentu saja, inovasi ini tidak hanya menambah kenikmatan rasa, tetapi juga meningkatkan tampilan visualnya menjadi lebih menarik dan Instagramable. Tak sedikit juga yang menyajikannya dengan cara modern, seperti versi frozen (beku) yang tinggal di goreng di rumah atau di kombinasikan dengan minuman seperti kopi susu kekinian.

UMKM Perlu Menerapkan Beberapa Pendekatan Pemasaran Yang Relevan

Agar usaha donat kentang kekinian dapat berkembang secara maksimal, strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci penting. Meskipun produk ini memiliki cita rasa lezat dan tampilan menarik, tanpa strategi marketing yang efektif, potensi penjualan tidak akan optimal. Oleh karena itu, pelaku UMKM Perlu Menerapkan Beberapa Pendekatan Pemasaran Yang Relevan dengan tren dan perilaku konsumen saat ini.

Manfaatkan Media Sosial Secara Aktif
Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook sangat efektif untuk mempromosikan donat kentang. Unggah foto produk dengan pencahayaan menarik, video proses pembuatan, hingga testimoni pelanggan untuk menciptakan kedekatan emosional dengan calon konsumen. Di TikTok, konten seperti “donat isi lumer” atau “donat viral topping Lotus” bisa dengan cepat menarik perhatian dan menyebar luas.

Branding yang Kuat dan Konsisten
Tentukan nama usaha yang unik, mudah di ingat, dan mencerminkan produk kekinian. Sertakan logo menarik, desain kemasan estetik, dan tagline yang catchy. Branding ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga membangun kepercayaan pelanggan. Donat yang tampil rapi dan modern cenderung lebih di percaya sebagai produk higienis dan berkualitas.

Promosi dan Diskon Berkala
Berikan promo seperti “beli 5 gratis 1”, harga bundling, atau diskon untuk pembelian pertama via WhatsApp atau DM Instagram. Strategi ini efektif untuk menarik konsumen baru dan meningkatkan repeat order. Bisa juga di tambahkan sistem poin atau loyalty card untuk pelanggan setia.

Kolaborasi Lokal dan Endorsement Mikro
Bekerja sama dengan kafe, warung kopi, atau food blogger lokal bisa meningkatkan jangkauan pasar. Gunakan influencer mikro yang relevan dengan target pasar (misalnya ibu muda, mahasiswa, atau pencinta kuliner) agar promosi terasa lebih personal dan terpercaya.

Usaha Donat Kentang Kekinian Telah Menunjukkan Potensi Besar Dalam Beberapa Tahun Terakhir

Usaha Donat Kentang Kekinian Telah Menunjukkan Potensi Besar Dalam Beberapa Tahun Terakhir, terutama di kalangan pelaku umkm di indonesia. Perpaduan antara bahan baku sederhana, tren kuliner yang terus berkembang, serta daya tarik visual dan rasa yang unik menjadikan donat kentang sebagai salah satu pilihan usaha yang menguntungkan, bahkan bagi pemula sekalipun. Salah satu alasan utama mengapa usaha ini menjanjikan adalah karena modal awal yang relatif terjangkau. Dengan modal sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta, seseorang sudah bisa memulai produksi donat kentang skala rumahan. Bahan bakunya mudah di dapatkan—tepung, kentang, ragi, gula, telur, dan mentega. Mesin yang di butuhkan pun sederhana seperti mixer, kompor, dan cetakan. Ini membuat bisnis ini sangat ideal untuk ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga karyawan yang ingin menambah penghasilan.

Dari sisi keuntungan, margin laba usaha donat kentang bisa mencapai 40–60%, tergantung skala produksi dan strategi pemasaran. Dengan penjualan yang konsisten, pelaku usaha dapat mengembalikan modal dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan bulan. Tak heran banyak pelaku UMKM yang berhasil memperluas usahanya ke sistem pre-order, catering, bahkan membuka gerai di pusat perbelanjaan.

Potensi pasar donat kentang juga sangat luas. Produk ini menyasar berbagai segmen: dari anak-anak sekolah, pekerja kantoran, hingga konsumen di kalangan urban yang gemar mencoba makanan kekinian. Selain itu, inovasi rasa dan tampilan membuat donat kentang tidak mudah membosankan. Topping modern seperti tiramisu, matcha, Lotus Biscoff, hingga donat isi (bomboloni) menjadi keunggulan tersendiri yang memikat pembeli. Kekuatan media sosial turut menjadi pendorong kesuksesan bisnis ini. Banyak pengusaha donat kentang yang memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business untuk menjangkau konsumen UMKM.