
Rayyan Abdul Karim, Atlet Panahan Berkuda Mengharumkan Indonesia
Rayyan Abdul Karim Telah Menunjukkan Bahwa Bakat Dan Kerja Keras Bisa Mengantar Seorang Anak Muda Indonesia Ke Panggung Prestasi Dunia. Atlet panahan berkuda ini mencuri perhatian ketika ia berhasil meraih prestasi gemilang di kancah internasional — sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga mengangkat nama Indonesia di mata dunia olahraga.
Rayyan Abdul Karim lahir dan besar di Indonesia, dan sejak kecil sudah menunjukkan minat serta bakat dalam olahraga unik yang menggabungkan keahlian memanah dan kemampuan berkuda. Ia merupakan atlet binaan dari Wening Archery Academy, lembaga pelatihan panahan berkuda yang berbasis di Indonesia. Akademi ini di kenal menanamkan disiplin, teknik berkuda klasik, serta pendekatan pelatihan modern yang konsisten faktor penting yang membantu Rayyan berkembang pesat.
Karena talenta dan dedikasinya, Rayyan Abdul Karim telah mengikuti sejumlah kompetisi internasional sejak usia dini. Tidak hanya sekadar tampil, ia justru mencatatkan prestasi yang membanggakan. Salah satu langkah besar yang membuat namanya diperhitungkan adalah ketika ia meraih gelar juara di International Masangmuye Championship 2024 di Korea Selatan. Di mana ia bersama tim Indonesia berhasil membawa pulang medali emas dan perak dalam beberapa nomor.
Kejuaraan Terbesar Rayyan Abdul Karim di Hungaria
Namun puncak prestasi Rayyan terjadi pada ajang International Horseback Archery Championship 2025 yang diselenggarakan di Pomáz, Hungaria pada 1–3 Agustus 2025. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Rayyan turun di kategori Stars: HA4–HA6 Junior, kelas Tower 90. Di tengah persaingan ketat dari para atlet muda dari berbagai negara. Rayyan tampil luar biasa dan mencetak prestasi spektakuler.
Dalam perlombaan, Rayyan menunggang kuda jenis Hucul dan menunjukkan teknik panahan serta kontrol tubuh yang impresif. Dalam waktu 14,1 detik, ia berhasil meraih skor tinggi 121,5 poin sebuah angka yang menjadikannya unggul jauh dari pesaing lain. Termasuk atlet asal Inggris, Max Brodie-Greer, yang hanya memperoleh sekitar 105 poin.
Performa Rayyan tidak hanya sekadar soal angka, tetapi juga cara ia menjalankan teknik yang rumit dengan perlahan namun tepat. Komentator pertandingan bahkan mengapresiasi transisi Rayyan antara mengambil panah dari tabung dan menembakkan anak panah. Yang di lakukan tanpa terlihat tergesa-gesa sekalipun. Sesuatu yang menunjukkan kedewasaan teknik di luar kebiasaan atlet seusianya.
Juara Umum dan Tiga Medali Emas
Prestasi Rayyan di Hungaria bukan hanya satu medali. Ia berhasil meraih tiga medali emas sekaligus. Termasuk di nomor Tower 90, Raid 234, dan Hunt Track, sehingga ia di nobatkan sebagai juara umum dalam kompetisi tersebut. Keberhasilan ini menjadikan Rayyan bukan hanya juara satu nomor, tetapi sebagai atlet unggulan yang dominan di tiga kategori berbeda.
Momen ini membuatnya menjadi simbol kebangkitan prestasi olahraga panahan berkuda Indonesia di level dunia. Tidak hanya sekadar satu kemenangan, tetapi ia menunjukkan konsistensi dan kemampuan bersaing yang tinggi di kancah internasional. Tidak banyak atlet seusianya yang telah mencetak rekor sedemikian signifikan di pentas global.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Keberhasilan Rayyan membawa banyak dampak positif, terutama sebagai inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Atas prestasinya, media sosial di penuhi pujian dan dukungan dari masyarakat, mulai dari komunitas olahraga hingga tokoh publik yang melihatnya sebagai contoh nyata bahwa usia muda bukan penghalang untuk meraih prestasi besar.
Prestasi Rayyan juga mendapat sorotan dari berbagai pihak di Indonesia, termasuk dukungan dari pelatih. Dan komunitas panahan berkuda yang berharap agar olahraga ini semakin berkembang di tanah air. Ia di anggap sebagai salah satu talenta muda yang potensial untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan di cabang olahraga yang relatif jarang ini.