Jokowi

Jokowi Dan Peran Strategisnya Di Bloomberg New Economy!

Jokowi Kembali Mencatatkan Prestasi Di Panggung Internasional Dengan Terpilih Sebagai Anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy. Penunjukan ini di umumkan pada awal 2025 dan menempatkan Jokowi di antara 22 tokoh dunia yang berpengalaman di bidang pemerintahan, bisnis, dan organisasi multilateral. Keputusan ini menegaskan pengakuan dunia terhadap rekam jejak kepemimpinannya dan kemampuan Indonesia dalam memainkan peran strategis di kancah global.

Bloomberg New Economy merupakan platform internasional yang bertujuan menghubungkan para pemimpin dunia dari sektor publik dan swasta untuk berdialog mengenai transformasi ekonomi, khususnya di pasar negara berkembang. Forum ini di harapkan menjadi tempat berbagi strategi menghadapi tantangan global yang kompleks, termasuk isu perubahan iklim, ketahanan pangan, inovasi teknologi, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan menjadi bagian dari dewan ini, mantan Presiden Joko Widodo tidak hanya membawa perspektif Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam merumuskan solusi global yang inklusif dan adaptif terhadap dinamika ekonomi dunia Jokowi.

Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy di pimpin oleh tokoh-tokoh berpengalaman seperti Gina Raimondo, mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat, dan Mario Draghi, mantan Perdana Menteri Italia sekaligus mantan Presiden Bank Sentral Eropa. Selain Jokowi, anggota dewan lainnya berasal dari berbagai sektor, termasuk Gan Kim Yong, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, serta pemimpin perusahaan global seperti Moderna dan Soros Fund Management. Kehadiran mantan Presiden Joko Widodo sebagai satu-satunya mantan kepala negara dalam dewan ini menunjukkan tingginya kepercayaan internasional terhadap kapabilitasnya dalam memberikan pandangan strategis dan kebijakan berbasis pengalaman nyata di pemerintahan. Jokowi sendiri menyatakan bahwa ia menerima tawaran ini sejak Januari 2025.

Memicu Beragam Reaksi Di Kalangan Netizen Indonesia

Penunjukan mantan Presiden Joko Widodo sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy Memicu Beragam Reaksi Di Kalangan Netizen Indonesia. Banyak pengguna media sosial menyambut kabar ini dengan rasa bangga, melihatnya sebagai pengakuan internasional terhadap kepemimpinan Jokowi dan kemampuan Indonesia untuk bersaing di kancah global. Mereka menilai bahwa terpilihnya mantan Presiden Joko Widodo di forum internasional bergengsi seperti Bloomberg menunjukkan bahwa pengalaman dan kebijakan ekonomi Indonesia selama masa kepemimpinannya di apresiasi dunia.

Di Twitter dan Instagram, sejumlah netizen menyoroti prestasi Jokowi dalam mengelola stabilitas ekonomi Indonesia. Beberapa komentar menyebut bahwa peran ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan informasi strategis, jejaring global, dan peluang investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Seorang pengguna menulis, “Bangga banget, mantan Presiden kita di akui dunia. Ini kesempatan emas bagi Indonesia untuk belajar dari pengalaman global dan membawa manfaat pulang ke negeri.”

Namun, tidak sedikit netizen yang memberikan tanggapan kritis. Beberapa menilai bahwa meskipun ini prestasi internasional, hal tersebut belum tentu langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas. Ada yang menyoroti isu-isu domestik yang masih menjadi perhatian, seperti pemerataan ekonomi, kualitas pendidikan, dan infrastruktur. Mereka menekankan bahwa prestasi global harus di imbangi dengan solusi nyata di dalam negeri.

Selain itu, beberapa warganet menyoroti kesempatan diplomasi dan ekonomi yang bisa diperoleh Indonesia melalui posisi ini. Mereka menilai bahwa kehadiran mantan Presiden Joko Widodo di dewan penasihat memberikan posisi tawar lebih bagi Indonesia dalam forum ekonomi global, sekaligus membuka jalur kolaborasi dengan negara lain. Diskusi di platform media sosial pun banyak menekankan potensi efek domino bagi UMKM, investasi, dan inovasi teknologi di Indonesia.

Jokowi Mengapresiasi Sambutan Positif Dari Pendiri Bloomberg

Mantan Presiden Joko Widodo memberikan tanggapan resmi terkait penunjukannya sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy, menegaskan bahwa kesempatan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Dalam pernyataannya, Jokowi menjelaskan bahwa ia menerima tawaran tersebut sejak Januari 2025 dan menyanggupinya sebagai bentuk kontribusi bagi dialog global mengenai ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa posisi ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kesempatan bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam menentukan arah kebijakan ekonomi internasional.

Jokowi menuturkan bahwa melalui forum Bloomberg New Economy, ia dapat berbagi pengalaman Indonesia dalam mengelola stabilitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan sumber daya manusia. “Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan perspektif kami mengenai transformasi ekonomi, inovasi, dan tantangan pembangunan di negara berkembang. Ungkap mantan Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers resmi. Ia juga menegaskan bahwa posisi ini akan memungkinkan Indonesia belajar dari praktik terbaik dunia. Serta memperluas jejaring kerjasama internasional yang bermanfaat bagi pembangunan nasional.

Selain itu, Jokowi Mengapresiasi Sambutan Positif Dari Pendiri Bloomberg, Michael Bloomberg, yang menyambutnya secara pribadi pada Maret 2025. Ia menyebut bahwa interaksi dengan tokoh-tokoh dunia di dewan penasihat akan menjadi platform penting untuk berdiskusi tentang isu-isu global. Seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, teknologi inovatif, serta pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Mantan Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan sektor untuk menghadapi tantangan global yang kompleks. Jokowi juga menegaskan bahwa meskipun posisinya di dewan penasihat berskala global, fokus utamanya tetap pada kepentingan Indonesia. Ia menyebut bahwa setiap pengalaman dan insight yang di peroleh dari forum internasional akan di terapkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Mendapatkan Sambutan Positif Dari Pihak Bloomberg

Maka penunjukan mantan Presiden Joko Widodo sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy Mendapatkan Sambutan Positif Dari Pihak Bloomberg. Menurut pernyataan resmi yang di rilis oleh Bloomberg, Jokowi di pandang sebagai tokoh dunia yang memiliki pengalaman luas. Dalam pemerintahan dan pembangunan ekonomi, Sehingga kehadirannya di dewan penasihat. Akan memberikan perspektif unik dari negara berkembang yang berperan strategis di kancah global.

Bloomberg menekankan bahwa Dewan Penasihat Global di bentuk untuk menghadirkan para pemimpin. Yang memiliki rekam jejak sukses dalam pemerintahan, bisnis, dan organisasi multilateral. Penunjukan mantan Presiden Joko Widodo, yang di kenal berhasil memimpin Indonesia dalam berbagai sektor pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi. Di nilai akan memperkaya diskusi strategis mengenai transformasi ekonomi global. Michael Bloomberg, pendiri Bloomberg, secara khusus menyampaikan ucapan selamat. Kepada mantan Presiden Joko Widodo dan menekankan pentingnya kontribusi Indonesia dalam forum internasional ini.

Dalam pernyataannya, Bloomberg menjelaskan bahwa dewan penasihat ini akan berfungsi sebagai platform bagi para tokoh global untuk bertukar pengalaman. Membahas tantangan ekonomi dan sosial, serta merumuskan strategi inovatif yang dapat di terapkan di berbagai negara. Kehadiran mantan Presiden Joko Widodo dinilai dapat memberikan insight berharga terkait ekonomi negara berkembang. Pembangunan infrastruktur, inovasi teknologi, dan kebijakan publik yang inklusif. Maka Bloomberg menekankan bahwa hal ini sejalan dengan misi mereka untuk mendorong dialog lintas sektor. Dan lintas negara demi menemukan solusi atas isu-isu global yang kompleks.

Selain itu, Bloomberg menyoroti rekam jejak Jokowi dalam meningkatkan investasi, mendukung UMKM, dan memodernisasi berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Maka pihak Bloomberg menilai pengalaman praktis mantan Presiden Joko Widodo dalam menangani tantangan ekonomi domestik. Maka akan menjadi kontribusi nyata bagi diskusi global mengenai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Jokowi.