Ducati

Ducati Ungkap Penyebab Performa Menurun di MotoGP Thailand

Ducati Tim Pabrikan Italia Akhirnya Mengungkap Alasan Di Balik Performa Yang Kurang Maksimal Pada Seri Pembuka Motogp 2026 Di Thailand. Balapan yang digelar di Chang International Circuit, Buriram, menjadi kejutan karena Ducati yang biasanya dominan justru gagal menunjukkan performa terbaiknya.

Dalam balapan tersebut, Ducati tidak mampu menempatkan pembalapnya di podium. Hasil ini sekaligus mengakhiri rekor panjang mereka yang sebelumnya sangat konsisten meraih podium di berbagai seri MotoGP. Situasi tersebut tentu menimbulkan banyak pertanyaan, mengingat Ducati selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu tim paling kuat di kejuaraan dunia balap motor tersebut.

Masalah Teknis Jadi Faktor Utama

Salah satu penyebab utama menurunnya performa Ducati di Thailand adalah masalah teknis yang di alami oleh pembalap andalan mereka, Marc Marquez. Dalam balapan itu, Marquez sebenarnya sedang berada dalam posisi cukup kompetitif dan berusaha mengejar posisi podium.

Namun, pada lap ke-21 dari total 26 lap, ia terpaksa menghentikan balapan setelah mengalami kerusakan pada roda belakang motornya. Insiden tersebut terjadi ketika Marquez melewati kerb di Tikungan 4 dengan cukup keras. Benturan itu menyebabkan pelek roda belakang mengalami kerusakan sehingga tekanan udara pada ban langsung hilang.

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut bukan sekadar kebocoran ban biasa. Menurutnya, benturan dengan kerb membuat pelek roda pecah sehingga ban tidak lagi mampu menahan tekanan udara.

Akibat masalah tersebut, Marquez tidak dapat melanjutkan balapan meskipun sebelumnya masih memiliki peluang untuk finis di posisi tiga besar.

Kondisi Lintasan yang Sulit

Selain masalah teknis, kondisi lintasan di Thailand juga menjadi faktor yang memengaruhi performa Ducati. Sirkuit Buriram di kenal memiliki suhu lintasan yang tinggi serta kerb yang cukup agresif.

Kondisi tersebut membuat motor lebih rentan mengalami kerusakan jika pembalap terlalu agresif saat melewati tikungan. Beberapa pihak menyebut kombinasi suhu tinggi dan karakter kerb yang keras dapat meningkatkan risiko kerusakan pada roda maupun ban motor.

Karena itu, tim Ducati menilai bahwa insiden yang di alami Marquez lebih disebabkan oleh faktor situasional di lintasan daripada masalah besar pada motor Desmosedici.

Persaingan yang Semakin Ketat

Di sisi lain, performa tim pesaing juga mengalami peningkatan signifikan. Pada seri Thailand, beberapa tim seperti Aprilia dan KTM tampil sangat kompetitif sehingga mampu mendominasi jalannya balapan.

Bahkan dalam balapan tersebut, Aprilia berhasil menempatkan pembalapnya di posisi teratas dan menunjukkan kecepatan yang konsisten sepanjang lomba. Hal ini membuat persaingan di MotoGP musim 2026 semakin ketat sejak awal musim.

Manajemen Ducati mengakui bahwa peningkatan performa dari para rival menjadi tantangan baru bagi mereka. Meski begitu, pihak tim menegaskan bahwa mereka tidak akan panik dengan hasil kurang maksimal di seri pembuka.

Ducati Tetap Optimistis

Meski gagal meraih podium di Thailand, Ducati tetap optimistis menghadapi seri-seri berikutnya. Pihak tim menyebut bahwa satu balapan tidak dapat menjadi tolok ukur keseluruhan performa dalam satu musim penuh.

Direktur teknis Ducati menilai bahwa penurunan performa dalam sebuah tim adalah hal yang wajar setelah periode dominasi yang panjang. Mereka juga berjanji akan menganalisis seluruh data balapan untuk memperbaiki setelan motor pada seri berikutnya.

Dengan pengalaman serta teknologi yang di miliki Ducati, tim asal Italia tersebut di yakini masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing di papan atas klasemen MotoGP. Musim MotoGP 2026 sendiri masih sangat panjang, sehingga Ducati memiliki banyak kesempatan untuk bangkit dan kembali menunjukkan dominasi mereka di lintasan balap dunia.