
Al Ula, Kota Sejarah Dan Alam Di Arab Saudi Yang Tak Terlupakan
Al Ula Adalah Sebuah Kota Bersejarah Yang Terletak Di Provinsi Madinah, Arab Saudi, Kota Ini Di Kenal Sebagai Salah Satu Destinasi Wisata. Ada budaya dan alam yang paling menakjubkan di negara tersebut. Terletak sekitar 1.100 kilometer di barat laut Riyadh, Al-Ula memiliki kekayaan sejarah yang membentang ribuan tahun. Dan menjadikannya pusat enting dalam jalur perdagangan kuno. Salah satu daya tarik utama Al-Ula adalah situs arkeologi Madain Saleh, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab Saudi. Madain Saleh menampilkan makam-makam kuno yang di pahat di batu pasir oleh peradaban Nabatean pada abad pertama Masehi, mirip dengan Petra di Yordania.
Selain itu, kota ini juga di kelilingi formasi batuan alami yang unik dan lembah-lembah luas yang mempesona. Kemudian Al-Ula tidak hanya memikat pengunjung dengan sejarahnya. Tetapi juga dengan pemandangan alamnya yang spektakuler. Terdapat tebing batu, gurun emas dan oasis hijau memberikan pengalaman visual yang luar biasa. Pemerintah Arab Saudi melalui program “Saudi Vision 2030” telah mengembangkan kota ini menjadi destinasi wisata kelas dunia. Dengan festival budaya seperti “Winter at Tantora” yang menampilkan konser musik, pertunjukan seni dan kegiatan olahraga petualangan Al Ula.
Salah Satu Destinasi Sejarah Terpenting Di Timur Tengah
Dan beberapa destinasi yang menjadi daya tarik utama di Al-Ula antara lain adalah Madain Saleh (Hegra). Merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab Saudi. Sebelumnya tempat ini terkenal dengan makam-makam besar yang di pahat di batu pasir oleh peradaban Nabatean pada abad pertama Masehi. Kemudian arsitekturnya yang megah dan terawat baik menjadikannya Salah Satu Destinasi Sejarah Terpenting Di Timur Tengah. Elephant Rock (Jabal Al-Fil), formasi batu raksasa berbentuk gajah ini menjadi ikon alam Al-Ula. Terlihat pemandangan saat matahari terbenam di sekitar batu ini menciptakan suasana dramatis yang sangat di sukai wisatawan dan fotografer. Kemudian Lembah Dadan, Dadan adalah situs arkeologi yang pernah menjadi pusat kerajaan kuno Lihyan dan Dadan. Dan pengunjung dapat melihat reruntuhan kota kuno, prasasti. Serta artefak bersejarah yang mengungkap kehidupan peradaban ribuan tahun lalu.
Ada Al-Ula Old Town, merupakan kota tua yang memiliki deretan rumah bata tradisional. Dan jalan-jalan sempit yang menceritakan kehidupan masyarakat masa lalu. Pengunjung dapat berjalan kaki di antara bangunan tua dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Jabal Ikmah, di sebut sebagai “perpustakaan terbuka terbesar di Arab Saudi,”. Di ketahui Jabal Ikmah menyimpan ratusan prasasti dan ukiran kuno di batu, yang berasal dari berbagai periode sejarah. Selanjutnya Oasis Al-Ula, sebuah hamparan hijau di tengah gurun yang di penuhi kebun kurma, jeruk dan pepohonan rindang. Tempat ini cocok untuk berjalan santai sambil menikmati udara segar dan pemandangan alami.
Al Ula Di Kenal Sebagai Salah Satu Penghasil Kurma Terbaik Di Arab Saudi
Kota ini tidak hanya terkenal dengan sejarah dan keindahan alamnya. Tetapi juga memiliki ragam kuliner khas yang mencerminkan cita rasa tradisional Arab Saudi, terutama pengaruh budaya Hijaz. Dan beberapa makanan khas yang populer di Al-Ula antara lain Kabsa. Hidangan nasi berbumbu khas Arab Saudi yang di masak dengan rempah-rempah seperti kapulaga, cengkeh, kayu manis dan kunyit. Dan Kabsa biasanya di sajikan dengan daging kambing, ayam, atau unta, serta di lengkapi kacang-kacangan dan kismis. Kemudian Mandi, mirip dengan Kabsa, tetapi di masak menggunakan teknik tradisional. Dengan mengubur panci di dalam tanah bersama bara panas. Dagingnya empuk dan aromanya khas karena proses pemasakan yang lambat. Harees, adalah bubur gandum yang di masak dengan daging kambing atau ayam. Dan sering di sajikan saat bulan Ramadan atau acara khusus. Teksturnya lembut dan cocok di santap hangat.