
Paul Pogba Kini Resmi Merumput Lagi Bersama Tim AS Monaco
Paul Pogba Akhirnya Menemukan Pelabuhan Baru, Gelandang Asal Prancis Itu Resmi Bergabung Dengan Klub Ligue 1, AS Monaco, Pada 28 Juni 2025. Kabar ini tak hanya menandai kembalinya Pogba ke lapangan hijau, tetapi juga menjadi simbol dari lembaran baru dalam hidup dan kariernya sebuah titik balik yang di nanti banyak penggemarnya.
Kembali Setelah 18 Bulan Menghilang
Pogba terakhir kali tampil secara kompetitif sebelum menerima sanksi dari pengadilan antidoping karena di temukan positif mengonsumsi DHEA, sebuah zat terlarang yang meningkatkan kadar testosteron. Awalnya ia di jatuhi hukuman empat tahun, namun Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) mengabulkan banding dan memangkasnya menjadi 18 bulan.
Kini, setelah menjalani masa hukumannya, Pogba akhirnya kembali. AS Monaco menjadi klub yang memberinya kesempatan untuk bangkit, dan sang pemain tampak tidak menyia-nyiakan peluang ini. Dalam konferensi pers pengumuman, Paul Pogba bahkan tampak meneteskan air mata saat menandatangani kontrak berdurasi dua tahun hingga Juni 2027.
Nomor Punggung 8 dan Harapan Baru
Dengan mengenakan nomor punggung 8, Pogba di yakini akan menjadi motor permainan di lini tengah Monaco. Klub yang di kenal sebagai tempat berkembangnya talenta muda itu kini juga menjadi rumah bagi sang juara dunia 2018 yang penuh pengalaman. Nilai kontrak Pogba di kabarkan mencapai €2 juta per musim—angka yang mencerminkan kepercayaan, bukan hanya pada reputasinya, tapi juga pada potensi kebangkitannya.
Kehadiran Paul Pogba juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Ligue 1. Ini akan menjadi musim pertamanya secara resmi bermain di kasta tertinggi sepak bola Prancis negara tempat ia lahir, namun belum pernah di jelajahi sepenuhnya dalam karier profesionalnya. Dalam momen penuh emosi itu, sang istri, Maria Zulay Salaues, turut mengunggah pesan dukungan melalui Instagram: “MasyaAllah… waktumu bersama keluarga barumu @asmonaco.
Para Fans AS Monaco Juga Tampak Antusias Menyambut Kehadiran Sang Bintang
Kembalinya Paul Pogba ke lapangan hijau bersama AS Monaco menuai berbagai reaksi dari para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Di media sosial, forum diskusi, dan kolom komentar media olahraga, nama Pogba kembali menjadi perbincangan hangat. Setelah absen hampir dua tahun akibat sanksi doping, banyak fans menunjukkan kombinasi antara simpati, dukungan, hingga harapan bahwa sang gelandang dapat kembali ke performa terbaiknya. Sebagian besar fans menyambut kabar ini dengan rasa haru. Banyak yang mengingat bagaimana karier Pogba sempat cemerlang saat membela Juventus dan Manchester United, serta perannya yang krusial saat membawa Prancis juara Piala Dunia 2018. Mereka menilai bahwa Pogba layak mendapat kesempatan kedua. Salah satu komentar populer di Twitter berbunyi, “Setiap orang pantas untuk bangkit. Semangat Pogba, Ligue 1 akan jadi panggungmu lagi.”
Di sisi lain, Para Fans AS Monaco Juga Tampak Antusias Menyambut Kehadiran Sang Bintang. Akun-akun fanbase klub menuliskan harapan besar bahwa Pogba bisa menjadi motor penggerak di lini tengah dan membawa Monaco bersaing kembali di papan atas Ligue 1. “Akhirnya Monaco punya pemain berkelas dunia lagi. Semoga ini bukan cuma transfer nama besar, tapi benar-benar dampak nyata di lapangan,” tulis seorang fans di forum Reddit Ligue1.
Meski begitu, tak sedikit pula yang menyambut kabar ini dengan skeptisisme. Sebagian fans mempertanyakan apakah Pogba masih memiliki motivasi dan kondisi fisik yang mumpuni setelah cukup lama tak bermain di level kompetitif. “Kalau dia bisa konsisten dan menjauh dari cedera, saya percaya dia bisa jadi pembeda. Tapi itu ‘kalau’ yang besar,” tulis seorang netizen. Namun menariknya, narasi yang lebih dominan justru adalah harapan dan dukungan.
Paul Pogba Memiliki Kemampuan Luar Biasa Dalam Melepaskan Umpan Jarak Jauh Dan Terobosan
Paul Pogba di kenal sebagai salah satu gelandang paling komplet di generasinya. Ia bukan hanya piawai dalam mengatur permainan, tapi juga punya kemampuan bertahan, menyerang, hingga mencetak gol. Meski kariernya sempat menurun akibat cedera dan sanksi doping, statistik sepanjang kariernya tetap membuktikan bahwa Pogba adalah pemain kelas dunia.
Statistik Karier: Konsisten di Level Tertinggi
Sepanjang karier profesionalnya hingga 2023 (sebelum terkena sanksi), Pogba telah tampil lebih dari 400 pertandingan di level klub. Rinciannya, ia mencatatkan:
Juventus (2012–2016 & 2022–2023): 177 pertandingan, 34 gol, 40 assist
Manchester United (2016–2022): 233 pertandingan, 39 gol, 51 assist
Timnas Prancis: 91 caps, 11 gol (hingga 2023)
Statistik tersebut menggambarkan bahwa Pogba bukan hanya gelandang bertahan atau pengumpan bola biasa. Ia mampu mencetak gol dan menciptakan peluang, serta aktif dalam skema serangan.
Skill Utama: Kombinasi Fisik, Teknik, dan Visi
Visi dan Umpan Akurat
Paul Pogba Memiliki Kemampuan Luar Biasa Dalam Melepaskan Umpan Jarak Jauh Dan Terobosan. Maka kemudian dari pada itu ia mampu membaca ruang dan memanfaatkan pergerakan rekan setimnya untuk menciptakan peluang. Rata-rata ia menciptakan lebih dari 1,8 peluang per pertandingan, terutama saat berada di posisi gelandang serang.
Dribbling dan Kendali Bola
Dengan tinggi badan 191 cm dan teknik mumpuni, Pogba mampu mengatasi tekanan lawan dalam situasi satu lawan satu. Rata-rata ia mencatat 1,6 dribble sukses per pertandingan, angka yang tinggi untuk ukuran seorang gelandang tengah. Postur tubuhnya memungkinkan Pogba mendominasi duel udara. Ia memenangi rata-rata 2,2 duel udara per laga, menjadi aset penting saat bertahan maupun saat menyerang dari bola mati.
Ia Mengajukan Banding Ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) Dan Setelah Proses Panjang
Kembalinya Paul Pogba ke dunia sepak bola profesional setelah 18 bulan absen bukanlah perjalanan yang mudah. Gelandang asal Prancis ini harus menghadapi badai besar dalam kariernya, yakni sanksi akibat kasus doping yang sempat mengancam akhir dari perjalanan sepak bolanya. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat, Pogba akhirnya bisa kembali merumput kali ini bersama AS Monaco.
Kasus yang menimpa Pogba bermula pada Agustus 2023, ketika ia di nyatakan positif menggunakan DHEA, sebuah zat yang tergolong sebagai hormon peningkat testosteron dan di larang dalam olahraga profesional. Akibat pelanggaran tersebut, Pogba di jatuhi hukuman larangan bermain selama empat tahun oleh otoritas antidoping Italia. Sebuah pukulan telak bagi pemain yang saat itu tengah berjuang pulih dari cedera dan mencari ritme permainan kembali bersama Juventus.
Namun Pogba tak tinggal diam. Ia Mengajukan Banding Ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) Dan Setelah Proses Panjang, hukumannya di kurangi menjadi 18 bulan. CAS menilai bahwa penggunaan zat tersebut bukanlah upaya sadar untuk meningkatkan performa, dan memberikan potongan hukuman sebagai bentuk pertimbangan keadilan.
Selama masa larangan bermain, Pogba benar-benar menghilang dari dunia sepak bola. Ia tidak di perbolehkan tampil di laga resmi, mengikuti latihan bersama tim profesional, bahkan tidak bisa hadir dalam kegiatan klub. Di saat banyak pihak mulai melupakan dirinya. Maka kemudian dari pada itu Pogba memilih diam, berlatih secara mandiri, dan tetap menjaga kebugaran tubuhnya. Dalam wawancara terbarunya, Pogba mengaku masa-masa itu adalah periode tergelap dalam hidupnya Paul Pogba.