
Konflik Antara Iran Dan Israel Kembali Memanas
Konflik Antara Iran Dan Israel Kembali Memanas Setelah Iran Melancarkan Serangan Langsung Ke Wilayah Israel. Serangan ini menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah ketegangan kedua negara, yang selama ini lebih sering terjadi secara tidak langsung melalui proksi atau serangan siber.
Serangan tersebut di laporkan terjadi dalam bentuk peluncuran drone dan rudal ke arah wilayah Israel. Iran mengklaim bahwa serangan ini merupakan bentuk balasan atas serangan sebelumnya terhadap konsulat Iran di Suriah, yang mereka tuduhkan di lakukan oleh Israel. Dalam pernyataan resminya, Iran menyatakan bahwa tindakannya merupakan “pembalasan yang sah atas pelanggaran kedaulatan.”
Israel merespons dengan kesiapsiagaan penuh, mengaktifkan sistem pertahanan udara Iron Dome untuk mencegat sejumlah rudal dan drone yang masuk. Meskipun ada kerusakan di beberapa lokasi, laporan awal menyebutkan bahwa sebagian besar serangan berhasil di gagalkan oleh pertahanan Israel.
Reaksi internasional segera menyusul. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menyerukan agar kedua pihak menahan diri guna menghindari eskalasi lebih lanjut. Sementara itu, negara-negara Arab seperti Arab Saudi dan UEA menyerukan penyelesaian diplomatik, khawatir Konflik ini akan mengganggu stabilitas kawasan.
Serangan terbuka ini menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dan Israel bukan hanya soal dua negara, tetapi juga menyangkut pengaruh geopolitik, kepentingan ekonomi, dan pertarungan ideologi yang lebih luas. Beberapa pengamat memperingatkan bahwa konflik terbuka bisa menyeret negara-negara lain ke dalam pusaran perang yang lebih besar.
Meskipun belum ada tanda-tanda jelas akan perang skala penuh, Konflik ini menandai babak baru dalam hubungan Iran–Israel yang selama ini sudah penuh kecurigaan dan permusuhan. Dunia kini menanti langkah selanjutnya, apakah akan menuju jalur diplomasi atau konfrontasi yang lebih besar.
Konflik Langsung Sejak April 2024
Ketegangan Iran–Israel, yang lama berlangsung dalam bayangan melalui operasi rahasia dan proxy wars, berubah menjadi Konflik Langsung Sejak April 2024. Tanggal 1 April, Israel menembak gedung konsulat Iran di Damaskus, Suriah, menewaskan beberapa perwira tinggi IRGC. Sebagai balasan, 13 April 2024, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal besar-besaran. Lebih dari 300 proyektil menuju Israel dan Dataran Tinggi Golan, menandai kali pertama Iran menyerang langsung wilayah Israel .
Peristiwa ini memicu serangkaian pembalasan terarah: pada 19 April 2024, Israel membalas dengan serangan udara ke wilayah Iran . Namun keterbukaan yang sesungguhnya tercipta pada 1 Oktober 2024, saat Iran meluncurkan sekitar 200 rudal balistik ke Israel, sebagai tanggapan kematian tokoh Hamas dan Hezbollah dalam serangan Israel sebelumnya. Serangan ini menghancurkan sebagian rumah warga dan infrastruktur, memaksa Tel Aviv mengaktifkan Iron Dome dan alat pertahanan lainnya .
Israel tidak tinggal diam. Pada 26 Oktober 2024, mereka meluncurkan Operation Days of Repentance, serangan presisi besar pertama ke lebih dari 20 lokasi militer Iran, termasuk fasilitas misil dan radar pertahanan udara, serta nuklir seperti Parchin. Iran menyatakan kerusakan ringan, namun Israel mengklaim efek signifikan .
Ketegangan di redakan sementara hingga 13 Juni 2025, saat Iran membalas serangan Israel ke fasilitas nuklir dan militer di kenal sebagai Operation Rising Lion dengan serangan besar: lebih dari 150 misil balistik dan 100 drone ke Israel.
Awal peperangan terbuka ini di tandai tiga fase utama:
- April 2024 – serangan konsulat Damaskus & balasan drone Iran, ❱ Israel balas ke Iran.
- Oktober 2024 – Iran lancarkan rudal balistik masif → Israel balas serangan presisi.
- Juni 2025 – Israel hancurkan target nuklir Iran → Iran serang balik besar-besaran.
Dampaknya: Dunia sekarang berada di ambang konflik regional penuh, dengan jet tempur, rudal balistik, drone, dan asset diplomatik di ujung tanduk.
Tujuan Iran Menyerang Israel
Tujuan Iran Menyerang Israel tidak berdiri tunggal, melainkan merupakan gabungan dari respon strategis, ideologis, dan geopolitik. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Pembalasan atas Serangan Israel ke Konsulat Iran
Serangan besar Iran pada April 2024 dan eskalasi berikutnya adalah balasan langsung atas serangan Israel ke konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan beberapa pejabat tinggi Garda Revolusi (IRGC). Dalam kacamata Iran, ini adalah pelanggaran terhadap kedaulatan diplomatik dan menjadi pemicu utama konfrontasi terbuka.
- Menunjukkan Kekuatan Militer dan Deterrent
Iran ingin menunjukkan bahwa mereka tidak takut untuk bertindak langsung terhadap musuh bebuyutannya, Israel. Melalui peluncuran rudal balistik dan drone, Iran ingin membuktikan kemampuan militernya dan menciptakan efek deterent terhadap tindakan agresif Israel selanjutnya.
- Mendukung Sekutu dan Gerakan Proksi
Iran di kenal mendukung kelompok seperti Hamas, Hezbollah, dan milisi di Irak dan Suriah. Serangan ke Israel juga dianggap sebagai bentuk solidaritas terhadap sekutu-sekutu tersebut yang sering menjadi target serangan Israel. Iran ingin menegaskan bahwa serangan terhadap sekutu mereka juga berarti menyerang Iran.
- Mobilisasi Politik Domestik dan Regional
Konflik dengan Israel sering di manfaatkan oleh pemerintah Iran untuk:
- Menggalang dukungan rakyat dalam negeri melalui isu perlawanan terhadap Zionisme.
- Memperkuat pengaruhnya di dunia Muslim, khususnya di kalangan negara-negara atau kelompok anti-Israel.
- Mencegah Ancaman terhadap Program Nuklir
Iran juga meyakini bahwa Israel berupaya merusak atau menghentikan program nuklir mereka melalui serangan tersembunyi. Dengan menyerang balik, Iran memberi sinyal bahwa mereka tidak akan tinggal diam bila proyek nuklir mereka diintervensi secara militer.
Tujuan Iran menyerang Israel adalah kombinasi antara pembalasan, unjuk kekuatan, dan penguatan pengaruh regional, sekaligus pesan bahwa Iran siap menghadapi konfrontasi secara terbuka jika merasa terancam.
Dampak Dari Peperangan Antara Iran Dan Israel
Berikut adalah Dampak Dari Peperangan Antara Iran Dan Israel, yang terbagi dalam beberapa aspek utama:
- Ketegangan Regional Meningkat Tajam
Konflik ini memperparah instabilitas Timur Tengah, terutama di kawasan Teluk, Suriah, Lebanon, Irak, dan Yaman. Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Turki merasa khawatir bahwa peperangan akan meluas ke negara mereka atau memicu konflik sektarian Sunni-Syiah.
- Krisis Kemanusiaan
Serangan udara, rudal, dan drone menyebabkan jatuhnya korban sipil, hancurnya infrastruktur penting, dan pengungsian massal, terutama di wilayah yang padat penduduk. Organisasi kemanusiaan kesulitan mengakses wilayah konflik karena situasi yang berbahaya.
- Gangguan Ekonomi dan Energi
- Harga minyak dan gas melonjak, karena kekhawatiran pasokan dari kawasan Teluk terganggu.
- Jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz menjadi berisiko tinggi, yang berdampak pada perdagangan global.
- Investor asing menarik diri dari negara-negara sekitar zona konflik, menekan nilai mata uang dan pasar saham regional.
- Eskalasi Perang Proksi
Konflik ini bisa memicu perang proksi yang lebih luas. Kelompok seperti Hezbollah di Lebanon, milisi Houthi di Yaman, dan kelompok Syiah di Irak berpotensi terlibat aktif, menyerang kepentingan Israel dan AS di kawasan. Sebaliknya, AS dan sekutu dapat meningkatkan dukungan militer ke Israel.
- Tekanan pada Komunitas Internasional
PBB, negara-negara Eropa, Rusia, dan AS berada di bawah tekanan untuk mendamaikan kedua pihak dan mencegah konflik berkembang menjadi perang kawasan. Namun, sikap masing-masing negara juga terbelah karena kepentingan politik dan aliansi yang berbeda.
- Ancaman terhadap Keamanan Global
Jika konflik berlarut, dunia menghadapi risiko:
- Perang terbuka berskala besar dengan keterlibatan negara-negara besar.
- Ancaman serangan siber, terorisme, hingga nuklir yang meningkat dari kedua pihak atau sekutu mereka.
Peperangan Iran dan Israel bukan hanya konflik dua negara, tapi bom waktu bagi kawasan dan dunia. Eskalasinya dapat mengguncang geopolitik, ekonomi global, dan stabilitas umat manusia secara luas. Itulah tadi beberapa ulasan mengenai Iran dan Israel yang terjadi Konflik.