Bisnis Ayam

Bisnis Ayam Gunting, Modal Kecil Ternyata Bisa Untung Besar Loh!

Bisnis Ayam Dan Sejenisnya Sepertinya Tiada Henti, Kali Ini Ada Menu Kuliner Baru Yang Beranam Ayam Gunting, Kita Bedah Bisnis Modelnya Di Sini. Di tengah maraknya tren kuliner jalanan, ayam gunting muncul sebagai salah satu primadona baru yang digemari masyarakat, terutama generasi muda. Jajanan ini menawarkan konsep sederhana namun menarik: ayam goreng tepung berukuran besar yang dipotong-potong menggunakan gunting langsung di depan pembeli. Selain unik dari sisi penyajian, ayam gunting juga berhasil memadukan rasa gurih, renyah, dan beragam bumbu modern yang membuatnya cepat viral di berbagai kota.

Dari sisi bisnis, ayam gunting menawarkan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Tidak seperti usaha kuliner besar yang membutuhkan modal besar, bisnis ayam gunting bisa di mulai dengan modal relatif kecil. Bahan baku utama seperti ayam, tepung, minyak goreng, serta aneka bumbu dapat di peroleh dengan harga terjangkau. Dengan modal awal sekitar 5–10 juta rupiah, seorang pelaku usaha sudah bisa membuka stan kecil atau gerobak sederhana di area strategis seperti dekat kampus, pusat perbelanjaan, atau kawasan perkantoran.

Keunggulan utama bisnis ini adalah margin keuntungan yang cukup tinggi. Satu potong ayam gunting bisa di jual dengan harga Rp15.000–Rp25.000, sementara biaya produksinya hanya sekitar sepertiga dari harga jual. Jika dalam sehari mampu menjual 100 porsi, maka omzet harian bisa mencapai Rp1,5–2,5 juta. Dalam skala bulanan, angka tersebut tentu sangat menjanjikan bagi pelaku usaha kecil menengah. Selain itu, daya tarik ayam gunting juga terletak pada variasi rasa dan topping. Pengusaha bisa berinovasi dengan menambahkan bumbu balado, barbeque, keju, atau level pedas sesuai tren selera konsumen.

Menghadirkan Sensasi Rasa Yang Unik Dan Kaya

Ayam goreng selalu menjadi favorit lintas generasi. Namun, kehadiran Ayam Gunting memberikan sentuhan baru yang membuat makanan ini berbeda dari sekadar ayam goreng biasa. Kuliner ini tidak hanya menarik dari segi tampilan, tetapi juga Menghadirkan Sensasi Rasa Yang Unik Dan Kaya, sehingga membuat siapa pun yang mencicipinya sulit berhenti pada satu porsi saja. Daya tarik pertama tentu terletak pada tekstur ayamnya. Potongan daging ayam yang besar di lapisi adonan tepung berbumbu, lalu di goreng hingga mencapai tingkat kematangan sempurna. Hasilnya, bagian luar ayam menjadi renyah dan garing, sementara bagian dalam tetap juicy, lembut, dan penuh dengan cita rasa gurih alami daging ayam. Kombinasi kontras antara renyah di luar dan lembut di dalam inilah yang membuat ayam gunting begitu memanjakan lidah.

Keistimewaan lain adalah pada ragam bumbu dan taburan yang di gunakan. Tidak hanya mengandalkan rasa original yang gurih dan asin, ayam gunting kini hadir dengan berbagai varian rasa kekinian seperti barbeque, balado, keju, hingga pedas level ekstra. Sensasi pedasnya mampu membangkitkan selera makan, sementara varian keju memberikan cita rasa creamy yang lumer di lidah. Inovasi rasa ini menjadikan ayam gunting tidak monoton dan selalu menarik untuk di coba kembali.

Selain rasa, proses penyajian juga turut menambah kenikmatan. Setelah di goreng, potongan ayam berukuran besar akan di gunting langsung di depan pembeli. Proses ini bukan hanya sekadar praktis, tetapi juga memberikan sensasi visual tersendiri daging ayam yang masih panas mengeluarkan aroma harum, tepungnya berderak saat di gunting, seolah menjadi tanda bahwa makanan ini masih fresh dan renyah. Aroma wangi yang menggoda dari bumbu yang di taburkan semakin membuat siapa pun tidak sabar untuk mencicipinya.

Bisnis Ayam Gunting Termasuk Kategori Bisnis Yang Terjangkau

Dalam beberapa tahun terakhir, tren kuliner jalanan di Indonesia berkembang pesat, salah satunya dengan hadirnya Ayam Gunting. Jajanan ini bukan hanya populer sebagai makanan ringan yang lezat, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan modal kecil dan strategi pemasaran yang tepat, ayam gunting bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dari sisi modal, Bisnis Ayam Gunting Termasuk Kategori Bisnis Yang Terjangkau. Bahan utama berupa ayam, tepung, minyak goreng, dan bumbu tersedia luas dengan harga yang relatif stabil. Modal awal yang di butuhkan biasanya tidak lebih dari Rp10 juta untuk peralatan sederhana seperti gerobak, kompor, wajan, dan perlengkapan kemasan. Dengan modal kecil ini, pelaku usaha sudah bisa memulai bisnis di lokasi strategis seperti dekat sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, atau kawasan kuliner.

Yang membuat bisnis ayam gunting menarik adalah tingginya margin keuntungan. Satu porsi ayam gunting biasanya di jual dengan harga Rp15.000 hingga Rp25.000. Sementara biaya produksi per porsi bisa di tekan hingga sepertiga dari harga jual. Artinya, setiap potong ayam gunting yang terjual mampu memberikan keuntungan yang signifikan. Jika dalam sehari terjual 100 porsi, omzet harian bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. Dalam hitungan bulanan, angka ini tentu menjanjikan sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan.

Selain keuntungan finansial, ayam gunting juga memiliki daya tarik dari sisi fleksibilitas produk. Pelaku usaha bisa terus berinovasi dengan menambahkan berbagai varian rasa, seperti balado, barbeque, pedas ekstra, hingga keju. Inovasi ini bukan hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga menjaga loyalitas pelanggan agar tidak bosan. Dengan tren konsumen yang selalu mencari hal baru, variasi rasa menjadi kunci agar bisnis tetap bertahan lama.

Branding Yang Kuat Akan Membuat Pelanggan Mudah Mengenali Produk Meski Banyak Kompetitor

Dalam bisnis street food, lokasi adalah faktor penting. Menempatkan usaha ayam gunting di area dengan lalu lintas tinggi seperti dekat kampus, sekolah, pusat perbelanjaan, atau kawasan perkantoran akan meningkatkan peluang penjualan. Lokasi yang ramai dengan target pasar anak muda menjadi titik awal keberhasilan marketing. Nama brand harus sederhana, catchy, dan mudah di ingat. Misalnya menggunakan nama yang unik, lucu, atau kekinian. Lengkapi dengan logo yang mencolok dan kemasan menarik seperti paper box bergambar atau cup estetik. Branding Yang Kuat Akan Membuat Pelanggan Mudah Mengenali Produk Meski Banyak Kompetitor.

Media sosial adalah senjata utama. Buat akun resmi di Instagram, TikTok, dan Facebook untuk menampilkan foto dan video menarik tentang ayam gunting. Konten bisa berupa video “gunting ayam langsung” yang viral, review pelanggan, hingga challenge pedas. Konten visual ini efektif menarik perhatian generasi muda yang menjadi pasar utama. Mengundang food blogger atau influencer lokal untuk mencicipi ayam gunting lalu membagikan ulasan di media sosial bisa meningkatkan kepercayaan konsumen baru. Strategi ini lebih efektif di bandingkan iklan biasa karena calon pembeli melihat langsung pengalaman orang lain.

Promo seperti “Beli 2 Gratis 1”, “Diskon untuk Mahasiswa”, atau paket hemat akan mendorong pembelian lebih banyak. Selain itu, buat program loyalty sederhana, misalnya kartu cap: setelah membeli 5 porsi, pelanggan mendapatkan 1 porsi gratis. Cara ini membuat pelanggan mau datang kembali. Daftarkan usaha di platform seperti GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood. Selain memperluas jangkauan, promo dari aplikasi tersebut bisa menarik pelanggan baru. Pastikan foto produk di aplikasi menarik, deskripsi jelas, dan rating pelanggan selalu di jaga baik Bisnis Ayam.