Agus Widjojo

Agus Widjojo Meninggal Dunia Akan Di Makamkan di TMP Kalibata

Agus Widjojo meninggal dunia pada Minggu malam, 8 Februari 2026, setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Dia menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina serta merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Ace Hasan Syadzily, mengonfirmasi bahwa jenazah almarhum akan di makamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin (9/2/2026). Pemakaman Agus Widjojo di TMP Kalibata merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara terhadap segala jasa dan pengabdian almarhum bagi bangsa dan negara Agus Widjojo.

Perjalanan Hidup dan Karier Agus Widjojo

Agus Widjojo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 8 Juni 1947. Ia adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang berpangkat Letnan Jenderal (Purn.) sebelum memasuki dunia diplomasi. Almarhum berasal dari keluarga militer ia merupakan putra dari Mayor Jenderal (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo. Salah satu pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Setelah menamatkan pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada 1970. Agus meniti karier di TNI AD dengan berbagai penugasan penting. Ia di kenal sebagai sosok militer yang memiliki pemikiran strategis dan komitmen tinggi terhadap peran TNI dalam sistem demokrasi modern. Perjalanannya juga membawa Agus ke panggung organisasi dan pendidikan nasional setelah pensiun dari dinas aktif.

Salah satu jabatan penting yang di embannya sebelum menjadi duta besar adalah sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sejak April 2016 hingga Januari 2022. Di Lemhanas, Agus Widjojo di kenal sebagai sosok berpandangan tajam dalam hubungan sipil-militer serta strategi ketahanan nasional.

Pada 12 Januari 2022, ia di tunjuk oleh Presiden sebagai Dubes RI untuk Filipina. Membawa pengalaman kepemimpinan dan diplomasi yang luas untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan negara tetangga tersebut. Dalam kapasitasnya sebagai duta besar, Agus juga membina hubungan yang erat dan bersahabat dengan pemerintah Filipina serta komunitas diaspora Indonesia di negara tersebut.

Peran Diplomatik dan Hubungan RI-Filipina

Sebagai Duta Besar RI untuk Filipina, almarhum Agus Widjojo memegang peranan penting dalam menjaga dan memajukan hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan Filipina sebagai negara Asia Tenggara memiliki kerjasama di berbagai bidang. Termasuk perdagangan, keamanan maritim, dan dialog regional. Posisi duta besar menjadi ujung tombak diplomasi negara dalam menjaga hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan.

Kepergian Agus meninggalkan kesan mendalam bagi dunia diplomasi Indonesia. Terutama bagi rekan-rekan di Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di luar negeri. Peran almarhum yang pernah diterjemahkan dalam sejumlah forum internasional turut memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi global.

TMP Kalibata: Makam Pahlawan Nasional

TMP Kalibata bukan sembarang tempat pemakaman biasa. Lokasinya di Jakarta Selatan adalah kompleks pemakaman khusus yang di dirikan pertama kali pada 1954 untuk menghormati jasa para pahlawan kemerdekaan dan tokoh bangsa yang berjasa bagi negara. Di tempat ini di makamkan para pejuang kemerdekaan, veteran, dan juga tokoh penting lainnya yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.

Pemakaman di TMP Kalibata merupakan bentuk penghormatan negara kepada mereka yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa, baik di bidang militer, pemerintahan, maupun diplomasi. Dengan di makamkan di tempat ini, Agus Widjojo akan beristirahat di antara deretan tokoh yang berjasa bagi negeri ini.

Reaksi Pemerintah dan Publik

Kabar duka ini kemudian di tanggapi oleh berbagai pihak baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kementerian Luar Negeri dan pejabat pemerintah menyampaikan bela sungkawa atas kepergian almarhum. Rencana pemakaman di TMP Kalibata juga menjadi momentum bagi keluarga, kolega, dan pejabat negara untuk memberikan penghormatan terakhir.